Sabtu, 28 Februari 2009

Masalah Imam Mahdi

Cerita tentang imam Mahdi yang sangat simpang siur serta banyak sekali versinya, menimbulkan banyak persepsi di seluruh lapisan serta golongan masyarakat dunia, baik muslim maupun bukan, dan yang paling khawatir bahkan ketakunan adalah yang non muslim, karena merasa terancam terkuak kesalahannya.


Bagi orang islam tidak menjadi masalah apapun selain menjadi kabar gembira akan datangnya seorang pemimpin yang akan mengembalikan kejayaan, kebesaran serta keagungan islam agama dari Allah, apapun versi cerita tersebut, terutama versi hadist yang soheh, terkecuali versi yang memang direkayasa untuk menyesatkan ummat.

Paling tidak ceritera tentang imam Mahdi tersebut dapat membuat kita kembali mengingat islam yang pernah mencapai puncak kejayaannya pada jaman Rasulullah SAW, yang lalu menjadi terpuruk pengamalannya sebab digerogoti segala macam masalah hingga masalah dajjal yang seakan-akan mengembalikan masa jahiliyah atau bahkan lebih buruk, akan dapat kembali ke masa kejayaannya juga mungkin saja malah lebih.

Masa Rasulullah SAW sehingga masa imam Mahdi adalah masa bonus yang diberikan Allah atas permintaan Rasulullah SAW, demi seluruh ummatnya agar mendapatkan kesempatan untuk terselamatkan dalam naungan kebenaran islam yang menjadi rahmat bagi semesta alam.

Didalam masa bonus tersebut untuk masalah umur, Rasulullah SAW berkata bahwa umur ummatku tidak jauh dari umurku, hal ini mengisyaratkan juga bahwa salah satu ciri-ciri ummat Muhammad SAW, adalah mereka yang ikhlas menerima umur yang telah ditentukan oleh Allah, serta tidak meronta-ronta dengan segala cara agar dapat hidup seribu tahun, alias takut mati walaupun tidak tahu bagaimana cara mengisi umurnya tersebut, apakah penuh berkah ataukah penuh keburukan.

Masalah kedatangan imam Mahdi yang menjadi pertanyaan serta kepenasaran seluruh ummat, apakah terlahir biasa, ataukah muncul langsung dalam keadaan dewasa?.

Hal kedatangan yang misterius tersebut menimbulkan dampak yang sangat bermacam-macam, bahkan dapat menimbulkan penyakit yang mengerogoti hati.

Banyak yang berspekulasi, mereka-reka bahkan menghitung-hitung seperti orang yang mencari kode buntut, sebenarnya tidaklah ada gunanya terlalu meributkan masalah kedatangan imam Mahdi tersebut, sebab yang terpenting bagi semua ummat islam adalah menjalani hidupnya dengan pola hidup islami, baik sudah maupun belum datangnya imam Mahdi.

Ada pula orang-orang yang terkena penyakit hati karena digerogoti rasa bahwa dirinya adalah imam Mahdi,, ataupun menjadi calon imam Mahdi, atau juga merasa bahkan mengharuskan dari orang di dekatnya, kaumnya, sukunya atau bangsanya adalah imam Mahdi, tawadhu serta ikhlas kepada rencana serta ketentuan Allah adalah lebih baik.

Pada masa bonus ini ada satu kaum yang pernah diselamatkan oleh bani ummayah namun tidak sedikitpun merasa hutang budi, bahkan mungkin malah benci kepada garis bani ummayah, sedangkan kaum tersebut seumur hidupnya teringat akan kesewenangan suatu bangsa yang pernah berusaha memusnahkan kaumnya tersebut, sehingga kaum tersebut menyimpan dengki serta dendam kesumat bersama seluruh keturannya kepada bangsa tersebut dan juga kepada seluruh bangsa didunia, serta berusaha untuk merusak seluruh bangsa didunia dengan segala upayanya, kaum ini akan dibinasakan di akhir masa bonus oleh pasukan pimpinan imam Mahdi.

Hal dengki tersebutlah kiranya yang menjadikan salah satu penyebab adanya orang-orang non muslim ataupun kaum yang juga mencari-cari serta berusaha mencegah datangnya imam Mahdi, terutama kaum yang telah diberi kesempatan oleh Allah untuk memperbaiki diri selama masa bonus tersebut tetapi malah membuat kerusakan yang sangat besar.

Tetapi Allah yang Maha Tahu, menutup imam Mahdi dengan hijab ghaib yang sempurna, oleh karenanya tidak lah menjadi masalah, apakah imam Mahdi datang langsung dalam keadaan dewasa, maupun dilahirkan seperti biasa saja, serta dari suku, bangsa ataupun kaum manapun yang Allah inginkan atau tentukan sesuai apa yang dikehendakiNya, sebab tidak ada manusia maupun jin yang dapat ataupun mampu menembus hijab ghaib tersebut untuk mencuri tahu rahasia kedatangannya, hanya pada saat yang telah ditentukan oleh Allah saja maka hijab ghaib tersebut akan terbuka langsung kepada seluruh ummat.

Selasa, 17 Februari 2009

Video Anakku


Foto Pribadi


Duh dingin banget nich!!!!
Aku lagi di air terjun di kawasan gunung Cakra Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya.
Waktu itu lagi ada acara Pendidikan Dasar untuk penerimaan anggota baru Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam (HIMAPALA) Paku Bumi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tasikmalaya.

Kamis, 05 Februari 2009

Siapkah Sekolah Menerima Internet?

youneedaweb.gifTema diskusi menarik dalam seminar yang diadakan oleh Forum Teknologi Informasi untuk Pendidikan (FORTIP) di Hotel Atlet Century Senayan, tanggal 27 Desember 2007. Saya sendiri membawakan materi berjudul “Memikirkan Kembali Internet untuk Sekolah”. Diskusi saya buka dengan bagaimana perkembangan teknologi informasi dan pemanfaatan Internet di berbagai bidang. Dan di balik semua manfaat itu, ternyata dunia Internet juga membawa sisi dunia gelap dan cybercrime, diantaranya adalah pornografi, cracking activities, carding dan software piracy. Siapkah sekolah menerima semua manfaat dan mudharat Internet itu?

Menariknya, Indonesia dengan penetrasi Internet yang relatif rendah (8%), tapi memiliki nama yang terang benderang dalam dunia cybercrime :)Ini sebenarnya karena anak muda kita punya potensi yang bagus, tapi kurang adanya ajang untuk berkompetisi secara legal. Sedangkan pornografi sendiri bisa dicegah dengan tiga cara: hukum, teknologi dan socio-culture. Hukum dan teknologi relatif kurang efektif, dan boleh dikatakan bahwa pendekatan socio-culture, yaitu dengan membuat sang anak sibuk di Internet dengan berbagai penugasan dan kegiatan kreatif adalah solusi terbaik.

Bagaimanapun juga, menurut saya Internet masuk sekolah adalah program yang harus didukung oleh seluruh komponen bangsa. Karena Internet memiliki manfaat yang besar dalam pembentukan SDM generasi muda kita, yaitu:

  • Membuka mata dan wawasan ke dunia luas
  • Membentuk generasi yang kreatif, produktif dan mandiri
  • Sumber ilmu pengetahuan tanpa batas
  • Membantu mempermudah kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan berbagai otomasi dan sistem informasi

Adanya kesalahan pandang bahwa Internet masuk sekolah hanya membawa arti di bawah, harus segera diluruskan.

  • Internet masuk sekolah = koneksi Internet masuk sekolah
  • Internet = alat browsing, email dan chatting
  • Internet = alat lihat gambar dan video porno
  • Internet = tempat siswa mencari berbagai informasi secara bebas tanpa kontrol
  • Internet = menggantikan peran guru secara keseluruhan
  • Internet masuk sekolah = synchrounous learning

Syarat sekolah siap menerima Internet ketika pemahaman kita sudah sama bahwa Internet masuk sekolah berarti:

  • Komputer dan koneksi internet bisa dinikmati seluruh siswa dan guru
  • Konten pendidikan berbasis Internet bisa dinikmati seluruh siswa dan guru
  • Proses kegiatan sekolah bisa didukung dan diotomasi oleh Internet (sistem informasi)
  • Guru siap dengan konten pendidikan dan penugasan ke siswa sehingga siswa tidak terjebak ke konten negatif
  • Siswa dan guru harus sadar Internet bisa mencetak generasi kreatif , produktif, dan mandiri, tapi juga bisa mencetak generasi busuk tak bermoral

Ada keluhan bahwa kita kekurangan SDM dan infrastruktur? Bisa kita mulai dari kreatifitas dengan peralatan dan skill sederhana. Model pendidikan kreatifitas ala Jepang lewat kompetisi di acara TV “Masquerade” dan Singapore dengan eksebisi dan kompetisi pembuatan multimedia pembelajaran oleh siswa SD menjadi contoh yang baik pendidikan ke generasi muda. Sedangkan kita sendiri masih lebih menyukai kompetisi yang mengandalkan tampang dan menghamburkan uang lewat sms polling.

Mudah-mudahan masyarakat kita bisa segera sadar untuk “kembali ke jalan yang benar” membenahi otak kiri dan kanan generasi muda kita. Dan mulai meninggalkan kompetisi berhadiah besar yang berkutat di wilayah user interface (baca: pakaian indah, wajah cantik atau tampan) yang kadang semu. Ingat masih banyak anak muda kita yang meskipun bertampang “kutu kupret” tapi punya kreatifitas dan kecerdasan otak seperti Jerry Yang, Larry Page atau Sergrey Brin. Cuman kadang orang-orang seperti ini tidak bisa bersekolah tinggi karena kendala finansial. Ditambah lagi pasti gugur di babak awal kalau ikutan kompetisi masuk TV. Kalaupun ada yang bernasib baik menjadi pemenang Lomba Karya Ilmiah Remaja, hadiahnya biasanya impas dengan modal beli buku, tiket pesawat dan nraktir temen sekelas :)

Materi lengkap bisa didownload dari: romi-internetuntuksekolah.zip

Teman-teman wartawan dari beberapa media massa ternyata hadir di acara ini. Liputannya bisa dilihat dari beberapa link di bawah. Sebenarnya saya hanya sedikit menyinggung tentang masalah pornografi sebagai satu efek negatif Internet masuk Sekolah. Hanya saya lihat fokus liputan teman-teman wartawan malah di sisi Pornografinya :)